Pages

Jumat, 09 Mei 2014

Jaringan Dasar - Subnetting Classfull dan Classless

a.      Classfull
Classful secara sederhana dapat diartikan "dengan kelas" atau "menggunakan kelas". Jika dikaitkan dengan pengalamatan IP, pengalamatan IP classful dapat diartikan menjadi "pengalamatan IP berdasarkan kelas". Pengalamatan dengan metode ini ada pada pengalamatan IPv4 yang dibagi menjadi kelas A, B, C, D, dan E. Pengalokasian host pada jaringan dengan menggunakan sebuah subnet mask yang sama, biasanya menggunakan protocol RIPv1 dan IGRP, dimana protocol ini tidak mempunyai field   untuk menyimpan informasi subnet sehingga informasi-informasi subnet tidak dikirimkan.
Classfull juga merupakan metode pembagian IP address berdasarkan kelas dimana IP address (yang berjumlah sekitar 4 milyar) dibagi kedalam lima kelas yakni:
Address kelasA
1 bit pertama IP Address-nya“0”
Address kelas B
2 bit pertama IP Address-nya“10”
Address kelas C
3 bit pertama IP Address-nya“110”
Address kelas D
4 bit pertama IP Address-nya“1110”
Address kelas E
4 bit pertama IP Address-nya“1111”
Kelemahan dari classful routing protocols ialah tak dapat men-suport VLSM.
b.       Classless
Classless secara sederhana dapat diartikan "tanpa kelas" atau "tidak menggunakan kelas". Jika dikaitkan dengan pengalamatan IP, pengalamatan IP classless dapat diartikan menjadi "pengalamatan IP tanpa mengenal kelas" dengan cara menggunakan Classless-Inter Domain Rouing (CIDR) atau juga dapat dikenal dengan istilah panjang prefiks. Format pengalamatannya adalah dengan memberi tanda slash (/) di belakang alamat IP kemudian diikuti dengan variabel panjang prefiks. Pengalokasian host/IP yang dapat menggunakan subnet mask yang berbeda, yang didukung oleh routing protocol (RIPv2, OSPF, dan EIGRP) yang dapat memberikan informasi subnet, sehingga dapat menghemat sejumlah alamat host/IP.
Metode classless addressing (pengalamatan tanpa kelas) saat ini mulai banyak diterapkan, yakni dengan pengalokasian IP Address dalam notasi Classless Inter Domain Routing(CIDR). Istilah lain yang digunakan untuk menyebut bagian IP address yang menunjuk suatu jaringan secara lebih spesifik, disebut juga denganNetwork Prefix. Biasanya dalam menuliskan network prefix suatu kelas IP Address digunakan tanda garis miring (Slash)“/”, diikuti dengan angka yang menunjukan panjang network prefix ini dalam bit.
Contoh: 192.168.0.0/24
c.        Subnetting
Pada dasarnya subnetting adalah mengambil bit-bit dari bagian host sebuah alamat IP dan me-reserve atau menyimpannya untuk mendefinisikan alamat subnet. Konsekuensinya adalah semakin sedikit jumlah bit untuk host. Jadi semakin banyakjumkah subnet, semakin sedikit jumlah bit yang tersedia untuk mendefinisikan hostbit.
Subnetting adalah teknik untuk membagi atau memecah atau bahkan untuk memotong blok IP address IPv4 pada kelas A,B, dan C menjadi blok IP address yang lebih kecil. Subnetting juga merupakan pembagian sebuah jaringan ke dalam beberapa subjaringan (sub-network = subnet) yang lebih kecil dimana masing-masing memiliki alamatnya sendiri. Secara umum terdapat beberapa tujuan dari melakukan subnetting, yaitu:
a.       Untuk mengefisienkan jumlah host dalam jaringan kecil dimana jumlah hostnya tidak sampai 254 buah.
b.      Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas jalur data pada jaringan besar yang jumlah hostnya hampir mencapai 254 atau bahkan lebih dengan cara membaginya menjadi beberapa jaringan yang lebih kecil yang kemudian dihubungkan dengan perangkat router.
c.       Untuk memotong jumlah host yang dapat terhubung ke jaringan dengan alasan keamanan.
d.       CIDR (Classless Inter Domain Routing)
Perhitungan subnetting pada CIDR merupakan perhitungan lanjutan mengenai IP Addressing dengan menggunakan metode VLSM ( Variable Length Subnet Mask ), namun sebelum membahas VLSM perlu direview terlebih dahulu subnetting menggunakan CIDR. Pada tahun 1992 lembaga IEFT memperkenalkan suatu konsep perhitungan IPAddress yang dinamakan supernetting atau classless inter domain routing (CIDR),metode ini menggunakan notasi prefix dengan panjang notasi tertentu sebagainetwork prefix, panjang notasi prefix ini menentukan jumlah bit sebelah kiri yangdigunakan sebagai Network ID, metode CIDR dengan notasi prefix dapat diterapkanpada semua kelas IP Address sehingga hal ini memudahkan dan lebih efektif.Menggunakan metode CIDR kita dapat melakukan pembagian IP address yang tidakberkelas sesukanya tergantung dari kebutuhan pemakai.
Notasi slash seringkali digunakan dalam classless addressing yang dikenal sebagai notasi CIDR (classless inter-domain routing). Sebelumbnya diketahui bahwa mask tersusun atas sejumlah bit 1 diikuti oleh sejumlah bit 0.
Contoh :
           255.255.255.224
           atau
           11111111 11111111 11111111 11100000
           Di dalam mask tersebut terdapat sebanyak 27 bit 1
Penulisan alamat dalam notasi CIDR untuk classless addressing ditunjukkan seperti berikut :
A.B.C.D/n
keterangan :
n disebut juga sebagai prefix length

e.        VLSM (Variable Length Subnet Mask)
Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnet mask, jikamenggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnet mask saja, perbedaan yang mendasar disini juga adalah terletak pada pembagian blok, pembagian blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Address yang telah diberikan kepadanya atau dengan kata lain sebagai IP address local danIP Address ini tidak dikenal dalam jaringan internet, namun tetap dapat melakukan koneksi kedalam jaringan internet, hal ini terjadi dikarenakan jaringan internet hanya mengenal IP Address berkelas.
Metode VLSM ataupun CIDR pada prinsipnya sama yaitu untuk mengatasi kekurangan IP Address dan dilakukannya pemecahan Network ID guna mengatasikekurangan IP Address tersebut. Network Address yang telah diberikan oleh lembaga IANA jumlahnya sangat terbatas, biasanya suatu perusahaan baik instansi pemerintah, swasta maupun institusi pendidikan yang terkoneksi ke jaringan internet hanya memilik Network ID tidak lebih dari 5 – 7 Network ID (IP Public).
Dalam penerapan IP Address menggunakan metode VLSM agar tetap dapat berkomunikasi kedalam jaringan internet sebaiknya pengelolaan network-nya dapat memenuhi persyaratan, routing protocol yang digunakan harus mampu membawa informasi mengenai notasi prefix untuk setiap rute broadcastnya (routing protocol :RIP, IGRP, EIGRP, OSPF dan lainnya, bahan bacaan lanjut protocol routing : CNAP1-2), semua perangkat router yang digunakan dalam jaringan harus mendukung metode VLSM yang menggunakan algoritma penerus packet informasi. Tahapan perhitungan menggunakan VLSM IP Address yang ada dihitung menggunakan CIDR selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan VLSM.
f.          IP Public dan IP Private
IP Public adalah adalah jenis IP yang saat akan menggunakannya harus diregistrasi (ke badan penyalur IP address tentunya, maksudnya supaya tidak bentrok) karena IP ini dapat berkeliaran di lalu lintas jaringan internet melewati router-routernya.
IP private adalah jenis IP yang saat akan menggunakannya tidak perlu diregistrasi sebab oleh router (ini semacam penggiring bola di internet) IP jenis ini tidak akan diteruskan kemana-mana.
Komputer yang menggunakan IP private tidak dikenal di internet sedangkan yang menggunakan IP publik dapat dikenal di internet. Yang termasuk IP private adalah yang masuk dalam kelompok berikut :
10.0.0.1 s/d 10.255.255.254
172.16.0.1 s/d 172.31.255.254
192.168.0.1 s/d 192.168.255.254
Cara Kerja Pelaksanaan
Langkah-Langkah 1 (Mengkonversikan IP Address menjadi bilangan biner)
a.       IP address memiliki 4 oktet atau 8 bit sehingga di simulasikan dengan B1.B2.B3.B4 → b7. b6. b5. b4. b3. b2. b1. b0. B2. B3. B4.
b.      Untuk memudahkan B1 dijabarkan seperti cara diatas, untuk B2 sampai B4 juga sama dijabarkan seperti contoh.
c.       Karena ada 8 bit maka untuk nilai setiap bit secara urut adalah
128 | 64 | 32 | 16 | 8 | 4 | 2 | 1
d.      Maka untuk mengkonversikan 24.10.10.10, mengkoversikan terlebih dahulu B1 yaitu 24.
e.       Konversi biner hanya ada nilai 0 dan 1. Jika benar maka ditulis 1 dan jika salah ditulis 0.
f.        Karena 24 mendekati 16, maka untuk nilai 128, 64 dan 32 diberi 0 dan nilai 16 diberi nilai 1. Untuk mencapai nilai 24 maka 16 harus ditambah dengan 8, maka untuk nilai 16 dan 8 diberi nilai 1. Sedangkan untuk nilai 4, 2, 1 diberi nilai 0. Sehingga terbentuk bilangan biner : 00011000.
g.       Pada B2 sampai B4 menghitungnya sama dengan B1.

Langkah-Langkah 2 (Menentukan jenis kelas dan IP Public/Private)
a.       Masih menggunakan langkah (a-b) pada mengkonversikan IP address menjadi bilangan biner.
b.      Pada IP versi 4 terdapat 5 kelas yang digunakan yaitu kelas A, B, C, D, dan E.
c.       Pada kelas A nilai dari b7 adalah 0 dan b6 - b0 nilainya terserah. Batas bawahnya adalah secara terurut B1, B2, B3, dan B4 : 0.0.0.0. dan batas atasnya adalah adalah secara terurut B1, B2, B3, dan B4 : 01111111.I.I.I atau sama dengan 27-1 = 128-1 = 127. Jadi untuk kelas A batas bawah adalah 0 dan batas atas adalah 127.
d.      Pada kelas B nilai dari b7 adalah 1, b6 adalah 0 dan b5 - b0 nilainya terserah. Batas bawahnya adalah secara terurut B1, B2, B3, dan B4 : 10000000.0.0.0. atau sama dengan 128 dan batas atasnya adalah secara terurut B1, B2, B3, dan B4 : 10111111.I.I.I atau sama dengan 128+0+64+32+16+8+4+2+1=191. Jadi untuk kelas B batas bawah adalah 128 dan batas atas adalah 191.
e.       Pada kelas C nilai dari b7 dan b6 adalah 1, b5 adalah 0 dan b4 - b0 nilainya terserah. Batas bawahnya adalah secara terurut B1, B2, B3, dan B4 : 11000000.0.0.0. atau sama dengan 128+64=192 dan batas atasnya adalah secara terurut B1, B2, B3, dan B4 : 11011111.I.I.I atau sama dengan 128+64+0+16+8+4+2+1=223. Jadi untuk kelas C batas bawah adalah 192 dan batas atas adalah 223.
f.        Pada kelas D nilai dari b7, b6, b5 adalah 1, b4 adalah 0 dan b3 - b0 nilainya terserah. Batas bawahnya adalah secara terurut B1, B2, B3, dan B4 : 11100000.0.0.0. atau sama dengan 128+64+32=224 dan batas atasnya adalah secara terurut B1, B2, B3, dan B4 : 11101111.I.I.I atau sama dengan 128+64+32+0+8+4+2+1=239. Jadi untuk kelas C batas bawah adalah 224 dan batas atas adalah 239.
g.       Pada kelas E nilai dari b7, b6, b5, b4 adalah 1, b3 adalah 0 dan b2 - b0nilainya terserah. Batas bawahnya adalah secara terurut B1, B2, B3, dan B4 : 11110000.0.0.0. atau sama dengan 128+64+32+16=240 dan batas atasnya adalah secara terurut B1, B2, B3, dan B4 : 11110111.I.I.I atau sama dengan 128+64+32+16+0+4+2+1=247. Jadi untuk kelas C batas bawah adalah 240 dan batas atas adalah 247.
h.      Untuk menentukan IP public atau private digunakan acuan pada IP private. Jika IP private pasti menggunakan IP :
·         10. xxx . xxx . xxx
·         192.168. xxx . xxx
·         172.16.0.0 sampai 172.31.255.255
 Selain IP tersebut maka IP lain adalah IP Public.

Langkah-Langkah 3 (Subnetting)
a.       Pahami kelas network tiap kelas :
Oktet
1
2
3
4
Kelas A
Network
Host
Kelas B
Network
Host
Kelas C
Network
Host
b.      Pahami alamat network atau subnet dan broadcast :
Network        : ketika nilai bit “host” berlogika 0
·         192.168.10.10 → karena kelas C sehingga host ada di oktet ke-4
192.168.10.0
Broadcast      : ketika nilai bit “host” berlogika 1
·         192.168.10.10 → karena kelas C sehingga host ada di oktet ke-4
192.168.10.1 → 192.168.10.255 → karena 1 bit bernilai 255
c.       Untuk menghitung CIDR adalah misalnya /26, tentukan subnet masknya yaitu :
·         IP   : 192.168.10.0/26
SM : 255.255.255.0
Bit : 11111111 . 11111111 . 11111111 . 00000000 → bit awal pada subnet mask awal, terdapat 24 karena setiap oktet terdapat 8 bit. Karena dibutuhkan 26 bit maka :
Bit : 11111111 . 11111111 . 11111111 . 11000000 → didapatkan 26 bit. Jadi diperoleh subnet mask :
SM : 255.255.255.192 → 192 didapatkan dari 2 bit yang telah ditambahkan yaitu 128 + 62 = 192
d.      Untuk menghitung jumlah subnet digunakan rumus 2x , x diambil dari banyaknya bit yang berlogika 1. Jadi :
·         2x = 22 = 4 subnet
e.       Untuk menghitung jumlah host digunakan rumus 2y – 2 , y diambil dari banyaknya bit yang berlogika 0. Jadi :
·         2y – 2 = 25 – 2 = 62 host/subnet
f.        Untuk menghitung subnet yang valid, hitung dahulu blocksize-nya dengan rumus blocksize = 256 – subnet mask. Jadi :
·         Blocksize = 256 – 192 = 64
·         Alamat network / subnet yang valid :
0               64                    128                 192
       +64               +64                     +64
Subnet yang valid : 192.168.10.0 --- 192.168.10.192
·         Alamat broadcast (satu IP sebelum subnet berikutnya) :
63             127                 191                 255
g.       Host yang valid berada di antara alamat network dan alamat broadcast :
·         1 – 62 ; 63 – 126 ; 129 – 190 ; 193 – 254

Langkah-Langkah 4 (Pengimplementasian Subnetting - Classfull)

a.       Pahami terlebih dahulu bahwa :
·         Setiap 1 interface = 1 network/subnet
·         Hubungan antara router = 1 network/subnet
  Jadi pada gambar di atas terdapat 4 network/subnet.
b.      Sama seperti menghitung subnetting, cari jumlah subnet, host, subnet yang valid, alamat broadcast dan IP awal dan IP akhir. Tetapi untuk mencari jumlah subnet harus lebih besar dari jumlah subnet yang dibutuhkan. Karena jumlah subnet yang dibutuhkan ada 4 maka untuk mencari jumlah bit yang berlogika 1 adalah :
·         Subnet = 2x ≥ Σ subnet yang dibutuhkan
             22 ≥ 4 .
Jadi x = 2 dan subnet masknya adalah dalam bit :
11111111 . 11111111 . 11111111 . 11000000 atau dalam nilai subnet mask :
255.255.255.192.
c.       Untuk jumlah host dan blocksize nilainya diambil dari langkah sebelumnya karena sama.
·         Î£ host = 2y – 2 = 25 – 2 = 62 host/subnet
·         Blocksize = 256 – 192 = 64
·         Subnet valid        : 0                    64                    128                 192
IP awal                 : 1                    65                    129                 193
IP akhir                : 62                  126                 190                 254
Broadcast            : 63                  127                 191                 255
                              net A              net B               net C               net D
d.      Jadi akan terbentuk implementasi seperti berikut :

http://fonykuliah.blogspot.com/2013/04/subnetting-classful-dan-classless.html

Jaringan Dasar - Pengalamatan IP v4

Dalam netwoking, pengalamatan IP merupakan hal yang sangat penting karena pengalamatan ini merupakan pengidentifikasian suatu mesin pada jaringan sehingga memiliki identitas yang unik. Untuk tulisan kali ini saya hanya membahas IPv4 (IP vesrsion 4) Pengalamatan IP merupakan pengalamatan untuk jaringan untuk layer 3 pada OSI model.
Alamat IPv4 terdiri dari 32 bit dan ditulis dalam bentuk dotted-decimal. Dotted-decimal adalah penulisan dengan menggunakan “.” (titik/dot) sebagai pemisah antara bagian yang satu dengan lainnya, misal 192.168.10.15. Tiap bagian terdiri dari 1 byte (8 bit) dan disebut dengan octet.
Pada ipv4 ini, alamat 32 bit ini dipisahkan menjadi 2 bagian yaitu “Alamat Network” (Network portion) dan “Alamat Host” (Host portion). Network portion merupakan identitas dari sekumpulan host dimana hanya yang memeiliki alamat pada host portion yang sama saja host-host dapat saling berkomunikasi. Sedangkan host portion merupakan identitas unik yang dimiliki sebuah mesin yang merupakan identitas dirinya.
Pada IPv4 terdapat kelas-kelas, yaitu:
  • Kelas A, dengan komposisi network.host.host.host, sehingga range alamat yang dimiliki dari 0.0.0.0 sampai 127.255.255.255
  • Kelas B, dengan komposisi network.network.host.host, sehingga range alamat yang dimiliki dari 128.0.0.0 sampai 191.255.255.255
  • Kelas C, dengan komposisi network.network.network.host, sehingga range alamat yang dimiliki dari 192.0.0.0 sampai 223.255.255.255
  • Kelas D, digunakan untuk alamat multcast, range yang digunakan adalah 224.0.0.0 sampai 239.255.255.255
  • Kelas E, digunakan untuk riset, range yang digunakan adalah 240.0.0.0 sampai 255.255.255.255
Dalam penggunaannya, IPv4 dibagi menjadi 2, yaitu:
  1. IP Public, yaitu IP yang depat dilewatkan pada jaringan Internet, sifatnya terbatas dan tidak dapat diduplikasi (bersidat unik).
  2. IP Private, yaitu IP yang tidak dapat dilewatkan papa jaringan Internet (hanya bekerja pada jaringan ‘lokal’). IP Private dapat diduplikasi namun harus dalam jaringan yang berbeda.
    Range IP Private:
    • Kelas A: 10.0.0.0 – 10.255.255.255 atau 10.0.0.0/8
      memiliki 1 network
    • Kelas B: 172.16.0.0 – 172.31.255.255 atau 172.16.0.0/12
      memiliki 16 network
    • Kelas C: 192.168.0.0 – 192.168.255.255 atau 182.168.0.0/16
      memiliki 256 network
Pengalamatan IP memiliki batasan-batasan, karena selain harus menggunakan nilai yang unik, ada beberapa alamat IP yang tidak dapat digunakan karena telah di-assign untuk tujuan tertentu. Alamat-alamat itu antara lain:
  • Alamat 127.0.0.1, digunakan untuk local host (loopback)
  • Alamat dengan ’0′ semua pada host portion, meruakan network ID
  • Alamat dengan ’1′ semua pada host portion, merupakan alamat untuk broadcast dalam satu jaringan
  • Alamat dengan ’1′ semua, merupakan alamat broadcast
http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:http://haidarahmad.wordpress.com/2008/03/27/pengalamatan-ipv4/

JENIS-JENIS KERUSAKAN / TROUBLE SAAT INSTALASI OS OPEN SOURCE



Ada berbagai alasan gagalnya instalasi Kali Linux. Hal ini dapat mencakup permasalahan-permasalahan seperti Download ISO yang buruk atau tidak lengkap, tidak cukup ruang disk pada mesin target, dll. Artikel berikut akan memberikan beberapa petunjuk tentang apa yang harus dicari ketika instalasi Kali Linux Anda telah gagal. Berikut ini adalah contoh “Layar Merah” yang menunjukkan instalasi mengalami masalah.


Dengan menekan tombol Continue akan membawa anda ke Debian installer Main Menu. Dari menu utama, browse ke “Save debug logs“:

Masuk ke dalam debug logs, anda akan disajikan dengan beberapa cara untuk mentransfer file log instalasi dari instalasi yg gagal. Cara yang paling mudah adalah biasanya untuk memulai sebuah web server pada mesin yang sedang melakukan instalasi.

Setelah Anda memilih opsi ini, web server dijalankan dimana Anda dapat men-download atau melihat beberapa file log instalasi.

Lihatlah log file untuk sesuatu yang tidak teratur, atau pesan error yang terlihat yang mungkin menjadi penyebab instalasi gagal. Dalam hal ini, mesin target tidak memiliki cukup ruang disk untuk menginstal Kali Linux, seperti yang terlihat pada akhir syslinux log file.
Aug 19 23:45:05 base-installer: error: The tar process copying the live system failed (only 152937 out of 286496 files have been copied, last file was ).
Aug 19 23:45:05 main-menu[927]: (process:7553): tar: write error: No space left on device
Aug 19 23:45:05 main-menu[927]: WARNING **: Configuring 'live-installer' failed with error code 1
Aug 19 23:45:05 main-menu[927]: WARNING **: Menu item 'live-installer' failed.
Aug 19 23:50:23 main-menu[927]: INFO: Modifying debconf priority limit from 'high' to 'medium'
Aug 19 23:50:23 debconf: Setting debconf/priority to medium
Aug 19 23:56:49 main-menu[927]: INFO: Menu item 'save-logs' selected




SUMBER : http://id.docs.kali.org/installing-kali-linux-id/troubleshooting-installasi-kali-linux
http://zaqiyatululfa.blogspot.com/2014/05/jenis-jenis-kerusakan-trouble-saat.html

Jumat, 02 Mei 2014

KESALAHAN YANG SERING TERJADI SAAT INSTALL UBUNTU

Ubuntu adalah salah satu distribusi Linux yang cukup terkenal di dunia, bahkan banyak diantara pengguna Ubuntu tidak mengetahui Linux, nota bene merupakan induk dari Ubuntu itu sendiri yang diturunkan dari Debian. Tapi anehnya, mereka memakai Ubuntu sebagai sistem operasi mereka.
Instalasi Ubuntu cukup mudah dilakukan, baik oleh pengguna Ubuntu yang sudah mahir maupun pengguna yang baru mengenal Ubuntu. Secara umum Ubuntu telah sangat memudahkan pengguna. Namun terlepas dari mudahnya instalasi Ubuntu! Tidak sedikit dari pengguna  Ubuntu  mengalami kendala seperti:
  1. Sistem operasi lain nya terhapus
  2. Data hilang atau terhapus saat instalasi
  3. Lamban nya proses instalasi dan lain-lain
Tiga alasan diatas terjadi sebenarnya bukan kesalahan dari Ubuntu, melainkan murni kesalahan dari sang pengguna yang tidak secara teliti membaca petunjuk instalasi yang ditampilkan oleh Ubuntu pada saat melakukan instalasi. Berikut penjelasan dari ketiga masalah diatas

Sistem Operasi Lain Terhapus

Untuk pengguna baru, biasanya menggunakan dua sistem operasi dalam satu komputer, seperti Windows disandingkan dengan Ubuntu, dengan terlebih dahulu Microsoft Windows di install, kemudian Ubuntu Linux menyusul. Kemungkinan terjadinya penghapusan sebuah partisi tempat sistem operasi Microsoft Windows di install sangat besar, mengingat dalam proses instalasi tersebut, Ubuntu memberikan beberapa pilihan: Apakah akan menghapus sistem operasi Microsoft Windows tersebut kemudian diganti dengan Ubuntu, atau membuat partisi lain untuk menyandingkan Ubuntu dengan Microsoft Windows. Disini seharusnya pengguna memilih pilihan yang kedua jika tidak ingin sistem operasi pertama terhapus.
Ubuntu

Data Hilang/Terhapus

Data yang tersimpan didalam hardisk tiba-tiba hilang setelah melakukan instalasi Ubuntu!. Hal ini sebenarnya terjadi karena sang user menghapus partisi tempat dimana data tersebut tersimpan. Masalah ini tidak jauh berbeda dengan terhapusnya sistem operasi seperti yang dipaparkan diatas. Ketika membuat partisi baru, hendaknya pengguna dengan teliti melihat partisi yang terpakai, agar jangan sampai terhapus atau di ubah tipenya, karena akibatnya data yang ada dalam partisi tersebut akan terhapus. Gambar dibawah ini penulis menunjukkan beberapa pilihan krusial yang harus di perhatikan dalam membuat sebuah partisi.

Ubuntu Linux
Partisi Ubuntu Linux

Lamban nya Proses Instalasi

Keluhan tentang lambannya proses instalasi Ubuntu. Lagi-lagi ini terjadi karena ke-tidak jelian seorang pengguna dalam memilih pilihan yang diberikan Ubuntu pada saat instalasi. Letak kesalahannya adalah pengguna kerap mencawang menu pilihan Download update while installing ataupun menu pilihan Install this third-party software,  karena jika instalasi dilakukan dengan kondisi komputer Anda sedang terhubung ke internet, maka secara otomatis Ubuntu akan melakukan update ke server repository Ubuntu. Untuk menghindari masalah ini, hendaknya jangan mencawang kedua pilihan tersebut.
Ubuntu Linux

Kesimpulan

Masih banyak lagi kesalahan atau keluhan yang sering disampaikan pengguna Ubuntu. Namun tulisan diatas hanya membahas 3 hal saja, dan tentunya di lain kesempatan penulis akan mencoba mengulas keluhan lain nya, atau jika pembaca punya keluhan lain ? silahkan tuliskan di kolom komentar untuk kami ulas atau memberikan solusi.
Untuk bisa melakukan instalasi Ubuntu tidak memerlukan keahlian khusus di bidang komputer, hanya saja proses instalasi ini membutuhkan kejelian agar terhindar dari masalah-masalah diatas. Seperti yang penulis tegaskan pada paragraf awal bahwa secara umum proses instalasi Ubuntu sudah sangat dimudahkan oleh para pengembang Ubuntu.
Sumber: http://bisakomputer.com/tip-trik/linux/3-kesalahan-yang-sering-terjadi-saat-install-ubuntu/

Cara Install dan Konfigurasi Samba di Ubuntu 12.04 Server



Cara Install dan Konfigurasi Samba di Ubuntu 12.04 Server - Postingan kali ini tentang Cara Install dan Konfigurasi Samba di Ubuntu 12.04 Server. Apa itu Samba file sharing? Samba file sharing merupakan package yang dapat kita install dan konfigurasi di ubuntu, di mana memungkinkan kita dapat melakukan sharing file.
Pada sistem operasi Windows, jika komputer terhubung dalam jaringan LAN, kita dapat melakukan sharing file, sehingga memungkinkan semua komputer yang terhubung dalam jaringan tersebut mengambil data yang kita bagikan. Biasanya dalam sistem operasi Windows dikenal dengan Workgroup.
Sama seperti Windows, kita juga dapat membuat suatu wadah file sharing di ubuntu server milik kita. Salah satu package yang memungkinkan hal tersebut terjadi adalah Samba.
Supaya tidak panjang lebar, silahkan ikuti langkah-langkahnya berikut ini.
Langkah pertama, jangan lupa login di ubuntu server sebagai super user (root). Caranya sama seperti pada postingan saya sebelumnya. Ketikkan perintah berikut di terminal.
sudo su
Diikuti dengan memasukkan password.
Setelah masuk sebagai root, langkah pertama kita menginstall packet Samba. Caranya ketikkan perintah berikut.
apt-get install samba
Perhatikan contohnya pada gambar berikut.
Cara Install dan Konfigurasi Samba di Ubuntu 12.04 Server
 
Pada gambar di atas ada pilihan, ketik Y pada terminal dan enter. Tunggu sampai prosesnya selesai. :)

Cara Install dan Konfigurasi Samba di Ubuntu 12.04 Server

Setelah proses selesai, masuk ke directory Samba dan lakukan konfigurasi pada file smb.conf. Perhatikan contoh pada gambar berikut.

Cara Install dan Konfigurasi Samba di Ubuntu 12.04 Server

Lakukan konfigurasi tambahan pada file tersebut pada baris paling akhir, supaya sobat tidak merasa kebingungan ketika nanti terjadi kesalahan. Perhatikan pada gambar berikut.
Cara Install dan Konfigurasi Samba di Ubuntu 12.04 Server

Pada bagian path = home/project merupakan direktori yang akan kita share, di mana ketika nanti kita ingin melakukan sharing file, kita hanya tinggal memindahkan semua file yang akan kita share ke dalam file project yang terletak di dalam direktory home. 

Artinya, jika dalam ubuntu server kita belum ada direktory bernama Project, maka kita harus membuatnya. Perhatikan pada gambar berikut ini.

Cara Install dan Konfigurasi Samba di Ubuntu 12.04 Server

Pada gambar di atas, saya membuat sebuah direktory project lalu saya memberikan hak akses secara penuh. Sobat bisa menyesuaikan hak akses terhadap direktory project yang akan di share sesuai dengan keinginan. Di sini saya asumsikan sobat sudah mengerti apa itu hak akses dan bagaimana cara memberikan hak akses.

Langkah terakhir, lakukan restart pada service Samba. Caranya adalah dengan mengetikkan perintah berikut.

service smbd restart
Untuk menguji apakah berhasil atau tidak, hubungkan ubuntu server dengan komputer lain (Windows). Lalu masuk ke Windows Explorer, pada kolom address masukkan alamat IP dari ubuntu server. Contohnya dapat di lihat di bawah ini.
Cara Install dan Konfigurasi Samba di Ubuntu 12.04 Server
Pada contoh di atas, alamat IP pada ubuntu server adalah 192.168.100.1. Jika langkah yang sobat lakukan benar, maka akan muncul direktory (folder) yang bernama project di Windows milik sobat. :)

Nah, demikianlah tadi
Cara Install dan Konfigurasi Samba di Ubuntu 12.04 Server. Semoga bermanfaat dan jika ada kesulitan atau ingin menambahkan silahkan tinggalkan komentar dan terima kasih sudah berkunjung. :)
 

sumber : http://ubuntuservertuts.blogspot.com/2013/12/cara-install-dan-konfigurasi-samba-di.html