Pages

Rabu, 05 Februari 2014

Alvaro Negredo: Lawan Barcelona, Manchester City Harus Berani


Alvaro Negredo menegasakan Manchester City memiliki peluang untuk menyingkirkan Barcelona dari Liga Champions.

 Striker andalan Manchester City Alvaro Negredo meyakini timnya harus tampil berani saat menghadapi Barcelona di Liga Champions.

Striker asal Spanyol itu mengatakan Blaugrana adalah favorit di untuk memenangkan trofi Eropa tetapi City masih bisa menyingkirkan Barcelona di babak 16 Besar apabila mereka tampil dengan performa terbaik, di mana leg pertama akan digelar di Etihad Stadium.

"Melihat sejarah, untuk jumlah gelar juara yang mereka miliki, Barcelona adalah favorit juara," ujar Negredo.

"Memang benar bahwa mereka sekarang tidak sebagus tahun lalu tetapi Barca selalu Barca dan Anda harus sangat berhati-hati dengan mereka. Kami harus memiliki keberanian untuk menghadapi mereka.

"Kami memiliki skuat yang bagus, kualitas dan apapun dapat terjadi jika kami melakukan hal dengan benar."

Senin, 03 Februari 2014

Lionel Messi Puji Dampak Gerardo Martino

Lionel Messi Puji Dampak Gerardo Martino
Kapten timnas Argentina sadar, kompatriotnya membawa perubahan dalam skuat Barcelona.

Lionel Messi memuji dampak Gerardo Martino di Barcelona sejak kedatangannya di klub di awal musim 2013/14.

Martino mengambil alih kursi pelatih di Camp Nou pada Juli 2013 setelah Tito Vilanova meninggalkan posisinya karena kankernya kambuh. Meski dianggap tidak memiliki jam terbang di Eropa, Messi merasa mantan bos Newell’s Old Boys membawa ide baru ke klub.

“Setiap pelatih memiliki ide sendiri,” kata pemain berkebangsaan Argentina.

“Kami memiliki Tito sebelumnya, tapi mungkin kami tidak melihat perbedaan dengan gaya (Pep) Guardiola karena dia bekerja dengannya dan hampir semua skuat tahu gayanya.

“Namun, sekarang dengan Tata, yang datang dari luar klub, kami dapat merasakan perbedaan.”

Messi menambahkan, masalah kesehatan Vilanova sulit diterima para pemain, apalagi sebelumnya Eric Abidal juga harus berjuang melawan kanker hati.

“Itu berat untuk semua orang karena terjadi setelah kanker Abidal dan kemudian Tito. Itu sangat rumit karena ruang ganti mencintai Tito dan Abidal, dan situasi itu adalah pukulan untuk seluruh skuat,” Messi menyudahi.